Rabu, 24 Juni 2015

(Bride To Be) Fitting Gaun Prewedding

Hari ini, jadwalnya kita fitting buat foto-foto prewed. Lokasi bridal yang lumayan jauh seharusnya mampu membuat aku mabuk perjalanan , bau taxi memang tidak pernah bisa ku toleransi -_______-. Eh tapi.... gara-gara semangatnya keterlaluan ga jadi deh mikirin lemesnya, nyampe donk ke lokasi dengan aman sentosa.

Langsung deh diajak ke ruang fitting, dan woowww banyak banget gaunnya. Aku mau semuanyaaaa!! *tetiba norak -__-. Gaun dengan berbagai macam warna dan model bikin bingung. Untung ada pegawainya, lumayan ramah tapi ga ramah-ramah banget. Tapi wajar aja sih, dia mungkin lelah. Secara di dalam ruangan itu, ada capeng lain ngantri bok.. Banyakkk. Inilah kalo prewed di musim kawin begini. -_-


Coba-coba berbagai model dan warna akhirnya ada satu yang ketemu. Aku sih sedari awal ga mau gaunnya terlalu terbuka gitu kayak model halter neck, tube dll. Terus aku maunya tuh model mermaid gitu. Ternyataaa, ada sih gaun mermaidnya tapi modelnya kemben gitu,..:((( Ga jadi deh. Awalnya sedikit kecewa tp ya udah masak pulang... 

Nah, ketemu lagi dengan model ala Kate Middleton gitu. Bagus banget gaunnya.. cuma itu. Itu lho apa sih namanya 'kandang ayam' ganggu banget. Minta dilepasin ga diizinin juga yaudah.. Lepas lagi






Dikasi lagi model lain gaun yang ga pake 'kandang ayam' ekor panjang gitu. Cakep sih.. cuma itu dia jatohnya kayak gaun biasa jadinya. Okeh... lepas lagi










Dan akhirnya .. ketemu donk setelah beberapa kali gonta ganti gaun. Yang ini jatohnya bagus banget. Cocok juga dengan body akyuu -__-. Okeh, tp ga dishare yahhh. Nanti aja pas fotonya dah jadi. ;-P

Selain gaun putih gitu ada juga beberapa gaun warna lain. Nah yang ini dipake pas outdoor rencananya. Warnanya ungu. *merona *fix purple holic 






Sekian dulu cerita mengenai fitting. Seharian muter muter lagi bikin capek, so capeng mo bobok cantik dulu *halah. byeeee

Nink Telaumbanua


Minggu, 21 Juni 2015

Brokat Brokat

Oia

Sebulan menjelang merid. Dan, baru bisa ngeblog  :( itupun kebetulan bisa ke Medan. Tempat dimana kami (baca: orang daerah) sedikit merasa lebih modern. Hahaha
Baiklah

Jadi
30 hari menjelang hari H. Kalau seandainya ditanyakan, gugup gak? nervous gak? norak gak? ancur gak? GA juga lah. atau mungkin belum waktunya kah? Tidak juga. Biasa -biasa saja. Karena si calon juga bawaannya santai banget, aku ketularan. Positifnya...ya aku jadi positif. Kalo biasanya kopel lain berantem lah, drama lah, nangis lah, ngancam ga jadi merid lah, aku sendiri heran kok aku sama si calon justru anteng-anteng ajah. Kalo dipikir-dipikir apa karena kami terlalu lama tunangan, sehingga fase fase drama seperti itu sudah terlalau banyak dilalui..

dan itu semacam berita baik, dan sangat baik. Hingga sekarang. Thanks John !

Kan OOT

Btw soal brokat. Sudah beli beberapa bulan lalu juga di Medan, daerah Pajak Ikan. Pajak Ikan dikenal sebagai pusat grosir tektil di Medan. Semuanya soal kain ada disana, harganya jelas bersaing donk. So, muter-muter dapat deh beberapa yang aku suka..


Pilih warna putih untuk kebaya pemberkatan, yang biru untuk prewedding dan yang peach untuk Famagati. Famagati maksudnya kebaya utama yang dipakai sewaktu resepsi/acara adat. Jadi sebelum pake baju besar atau baju adat, pake kebaya Famagati dulu. Nah biasanya, para capeng Ononiha suka memprioritaskan kebaya Famagati ini. Wajar donk, secara mata tamu akan tertuju langsung ke pengantin pas datang. So, si Famagati mesti kece.. Aku pilih warna peach soalnya suka aja, adem liatnya juga ga terlalu norak juga keliatannya. Bahannya lumayan halus, udah berpayet juga.

So, tinggal milih yang jahitnya sapa n dimana nih sodarah....


NINK TELAUMBANUA 







Senin, 15 Desember 2014

Prewedding Impian Part 1

Apa yang kamu pikirkan tentang foto prewedding?

Foto mesra dengan calon pasangan, properti pernikahan yang wajib ada, atau mungkin hal yang ga begitu penting?

Kalau buatku, itu sangat penting.

Sangat penting, sampai saat ini (masih belum tahu kapan merid nya walo udah tunangan pun) udah sibuk wara wiri nanya jasa foto yang bagus, persiapkan budget khusus, sampai kontak sama fotografer yang 'sekiranya' memenuhi impian foto prewedding.


Segitu pentingnya foto itu sehingga banyak banget orang disekitarku (psst termasuk si calon ) sudah mulai gerah dan mengatakan aku lebay. -_______-

Tapi buatku itu sama sekali tidak berlebihan. Karena tentu saja aku punya alasan di baliknya.

Aku berpikiran bahwa sebuah momen layaknya pernikahan yang sekali seumur hidup harus diberi penghargaan. Penghargaan yang memorable. Aku menyesali orangtuaku sama sekali tidak memiliki foto pernikahan. Dan menyesali mengapa mereka sama sekali tidak berpikiran untuk membuat foto keluarga sewaktu kami masih kecil.Aku, abang dan kedua adik-adikku memiliki masing-masing satu foto masa kecil yang kondisinya sudah memprihatinkan. Bahkan wajah kami pun sudah susah dikenali.Dulu aku berharap setidaknya kami punya beberapa foto masa kecil yang mampu 'mengulang" waktu tentang masa kecil kami. Dan itu tidak pernah terjadi, sayangnya.

Sejak itu aku berniat kalau aku harus punya foto pernikahan, foto kehamilan, foto baby, atau apapun yang bisa di wariskan ke anak cucu kelak. Pernah mendengar quote yang mengatakan sebuah gambar dapat berbicara lebih banyak daripada kata-kata? Foto mungkin terlihat biasa saja, tapi tidak dengan maknanya bukan?





Minggu, 14 Desember 2014

Hidup Terasa Flat

Baiklah,

akhirnya harus aku akui bahwa.. hidupku setahun belakangan ini menjadi sangat FLAT. Flat karena aku menganggap sebenarnya banyak hal yang sudah aku lakukan,dari pagi ke siang hingga malam, dari Senin hingga Jumat, (bahkan Sabtu pun). Kerja.. yup.

Pekerjaanku membuatku kadang harus melupakan bahwa sudah berminggu-minggu tidak melihat orangtuaku, setahun belakangan tidak berminat untuk ngeblog atau sekedar membaca buku, 6 bulan terakhir tidak go shopping grab some new shoes (TETEP!!), melupakan hobby lama yakni Crafting, sudah tidak pernah travelling, melupakan anak-anak Sekolah Mingguku dan yaa... bener-bener tidak ada waktu untuk sekedar jalan-jalan sore atau memasak makanan kesukaan si abang.. Ahh bagian ini tidak termaafkan.

Dan ya,
Aku seperti terlalu banyak bekerja, terlalu banyak berpikir, terlalu banyak menghabiskan waktu tanpa menyadari bahwa aku sebenarnya juga tidak  sama sekali telah melakukan banyak hal. Aku bangun pagi menyiapkan diri bekerja sampai larut dan pulang ke rumah, makan dan istirahat untuk mempersiapkan diri untuk esok. Itu-itu saja. Oiya, aku bahkan terlalu lelah untuk sekedar jalan sore disekitar kompleks.

Apakah ini, syndrom yang harus dilalui tiap orang menuju kedewasaan yang maksimal. Apakah harus menjalani kehidupan yang flat sejenak sebelum benar-benar menikmati hidup?

Tapi,
aku melihat  orang -orang sekelilingku baik-baik saja. Atau aku yang kurang bersyukur?

Lalu harus bagaimana...?


Apa yang sebenarnya aku inginkan?


Minggu, 13 Juli 2014

Tentang Hidupku, Baru- baru ini





Sudah lama tidak menulis, dan ya aku kangen sekali. Menulis adalah salah satu hal yang mampu “memulihkan” aku. Setelah menulis, rasanya bebas, tidak stress lagi dan pastinya bikin senang. Hal dimana aku tidak bisa lagi menulis adalah WAKTU. Yupp, sejak aku kerja di Bank, keberadaan sang waktu lowong sangat samar. Well, kadang untuk diriku saja aku tidak bebas, maksudku untuk menikmati hal yang ingin aku lakukan. 

Kerja di Bank tidak pernah seenak yang orang lain pikirkan. Aku kerja di teller, bagian front office Bank Daerah. Aku mencintai pekerjaanku, tapi  untuk menerima segala sesuatunya tentang pekerjaan ini aku nyatanya masih belum. Banyak hal yang mesti ku relakan. Terutama WAKTU.

Setiap hari aku harus ready tentu saja dengan dandan ya.. tepat pukul 08.00 WIB di kantor dan pulang ke rumah setidak tidaknya pukul 20.00 WIB. Well, sesampai dirumah yang aku pikirkan hanyalah tidur. Itu saja. Benar benar tidak ada waktu untuk menulis, menonton, merawat diri apabila kantor disuguhi pekerjaan baru. Kantorku baru baru ini punya program baru yakni pembagian BSM. Itu dikerjakan semua pegawai, termasuk aku. Dannn.. kalau benar benar padat, bisa pulang pukul 22.00 ke atas. 

Biarpun begitu, tetap saja aku mencintai pekerjaanku. Dan aku tetap bersyukur. Apalagi karena dengan pekerjaan ini aku bisa sedikit berbagi beban dengan orangtua masalah biaya kuliah adek-adekku. Puji Tuhan.

Aku sedikit heran. Di Pulau Nias pekerjaan seperti yang aku geluti jarang sekali diminati ataupun diapresiasi oleh siapapun. Terlepas dari resiko dan tekanan kerja, kerja di Bank mampu membina seseorang untuk lebih disiplin, terorganisir, dan lainnya. Tetap saja Pegawai Negeri Sipil mendapat tempat nomor satu di pulau ini. pola pikir masyarakat tentang pekerjaan mewah tersebut hanyalah sebatas PNS dan PNS itu saja. Lain kali aku akan membahas pola pikir seperti ini dalam tulisan lain.

Selain WAKTU, hal lain yang terpaksa membuatku tidak bisa serajin dulu yakni JARINGAN INTERNET. Well, I’ve been a year here dan koneksi nya pun sama seperti pertama aku menginjakkan kaki. Memprihatinkan. Satu-satunya hal yang membuatku terhubung hanyalah Samsung Galaxy Young yang kondisinya pun semakin lama semakin buruk. Hah, hidup di tempat ini sebenarnya menyenangkan asalkan ada koneksi internet yang jauh lebih memadai mungkin.
Setelah lama berpikir, dan menyalahkan keadaan.. akhirnya terdampar lah pada satu pemikiran. Kenapa tidak buat saja tulisan dalam draft biasa kemudian kalau ada koneksi yang bagus baru di post. Well, DONE! Aku lakukan!

Dan hari ini, aku menemukan hal itu. Nebeng di kantor sang tunangan yang baru terpasang WIFI-nya. Hidup itu asyik bukan?



Nink Telaumbanua

Kamis, 07 Juni 2012

Ketika Rindu Diterjemahkan...

Makaaaaaaaaaaa,,,, Malam ini aku begitu rindu. 07/06/2012 dan pada jam-jam ini rinduku lagi memuncak-muncaknya. Tidak tahu kenapa bisa terjadi, yang jelas "sistem mencintai" dalam otakku mungkin sudah terinstal program baru.

Jadi karena aku sedang rindu-rindunya, maka aku menuliskan beberapa hal yang aku lakukan ketika rinduku sedang "menuju puncak, gemilang cahayaaaaaa"..

1. Makan coklat. Hal ini aku anggap sebagai sebuah ritual kalo sedang merindu. Coklat mampu membuat kita merasa jatuh cinta bukan? Malam ini tak ada coklat batangan, ya sudah Meises pun jadi.. :D

2. Liatin foto si doi. 5 menit kemudian beralih cari kegiatan lain, lalu kembali lagi melihatnya 49 detik setelah itu. Nah, biasanya pada saat-saat ini aku bisa saja membangun imajinasi paling gila. Contoh, membayangkan wajah anak kami dengan membandingkan dengan wajahnya. Hahahah. Lalu kadang-kadang aku juga bisa malu, lalu tiba-tiba ga malu lagi, kadang tersipu, seperti itu terus...

3. Sangat menginginkan pagi cepat datang. Kenapa aku menginginkan hal tersebut? Karena akan ada alasan untuk menanyakan kabarnya . Ucapan Selamat Pagi hanyalah sebuah kamuflase rindu yang sudah lama berperang dalam jiwa. 1 malam juga sudah lama.. ckck

4.Kalau sudah tidak tertahan lagi, aku akan berlutut, berdoa, membuka kita Amsal dan memikirkan masa depan ku (tentu saja dengannya) akan baik-baik saja.

Dan begitulah, rindu mungkin bagi sebagaian orang adalah sukacita, disamping bagi sebagian orang adalah luka. Namun bagiku, rindu saat ini adalah dirinya. Hanya dirinya..


For Someone I miss..
Have a very sweet dream

Kamis, 31 Mei 2012

If You Wanna Be Happy, Just Be !

Kadang-kadang kita stuck dalam satu hal yang membuat kita lupa bahkan kepada keberadaan diri sendiri. Hal-hal tersebut bisa sangat tidak terduga. Yang paling menyakitkan adalah jika sebelumnya kita menaruh harapan-harapan kita diatasnya. Dan telak! Kita mudah saja bisa jatuh oleh harapan-harapan kita sendiri.

Saya jadi ingat sebuah ayat yang menyatakan bahwa segala sesuatu terjadi karena alasan. There's a reason behind it. Yeach,, true! Oleh karena itu, tidak benar jika kita menyalahkan situasi seperti itu, menyalahkan Tuhan atau orang lain, atau mungkin menyalahkan diri sendiri terutama harapan-harapan kita tersebut sebelumnya. Well, kita mungkin pernah mendengar bahwa manusia terus hidup karena ada harapan bukan?

Forget it, sekarang waktunya tersenyum. Jika ingin berbahagia, berbahagialah. Kembali kepada keberadaan diri, kembali kepada bertanya Why I must be like that?  Apa sebenarnya tujuan kita? Take a rest for while dan nikmati jalan untuk kembali jatuh cinta kepada diri sendiri. Benahi, siapkan, dan indahkan. Besok akan ada hal-hal cemerlang menanti.

Kalau masih ragu, memang ada orang yang terlalu cukup sempurna untuk orang lain?

Nink Telaumbanua